29/11/2025 in Blog, Opini

Kota Lama Semarang: Menyusuri “Little Netherland”

Kota Lama Semarang

Melangkahlah ke Kota Lama Semarang, dan Anda seakan-akan memasuki mesin waktu yang membawa Anda ke era kolonial Belanda. Dengan gedung-gedung megah bergaya Eropa yang berusia ratusan tahun, kawasan seluas 31 hektar ini bukan sekadar destinasi wisata, melainkan sebuah potongan hidup sejarah yang masih berdenyut. Dijuluki “Little Netherland,” Kota Lama menawarkan perpaduan memesona antara warisan masa lalu yang kokoh dan vibransi kreativitas masa kini, membuatnya menjadi tujuan wajib bagi setiap pelancong di Semarang.

Sekilas Sejarah: Pusat Peradaban Kolonial

Sejarah Kota Lama Semarang berawal dari ambisi VOC untuk menguasai pesisir utara Jawa. Berkat perjanjian dengan Kerajaan Mataram pada 1678 sebagai balas jasa karena membantu menumpas pemberontakan Trunojoyo, VOC akhirnya mendapatkan Semarang. Mereka kemudian menjadikannya pusat pemerintahan dan perdagangan yang strategis, membangun kawasan permukiman Eropa yang kemudian dikenal sebagai Europeesche Buurt (Kampung Eropa) atau De Oude Stad (Kota Lama). Arsitektur dan tata ruangnya sengaja dibuat mirip dengan kota-kota di Eropa, lengkap dengan kanal yang mengelilingi benteng, sehingga kesan “Belanda Kecil” pun melekat kuat hingga sekarang.

Jelajah Tempat Ikonik: Dari Gereja Berkubah hingga Pasar Antik

Berikut adalah beberapa tempat ikonik yang wajib Anda kunjungi untuk menikmati pesona Kota Lama Semarang:

Kota Lama Semarang
  1. Gereja Blenduk: Ini adalah ikon utama Kota Lama. Gereja tertua di Semarang ini bernama asli GPIB Immanuel dan dibangun pada 1753. Nama “Blenduk” berasal dari bahasa Jawa yang berarti “bundar” atau “menonjol”, merujuk pada kubah besarnya yang berwarna merah tua. Bagian dalamnya menghiasi kaca patri dan organ kuno yang menambah suasana khidmat.
  2. Taman Srigunting: Berada tepat di seberang Gereja Blenduk, taman ini adalah oase hijau yang sempurna untuk beristirahat sejenak setelah menjelajah. Dulunya digunakan sebagai lapangan parade tentara Belanda, kini Taman Srigunting menjadi tempat nongkrong favorit dengan pepohonan rindangnya.
  3. Gedung Marabunta: Ciri khas gedung ini adalah dua patung semut raksasa (marabunta) di atapnya. Gedung ini pernah berfungsi sebagai gedung opera dan kafe. Kini, Gedung Marabunta kembali dihidupkan sebagai tempat pertunjukan dan restoran.
  4. Pasar Klitikan/Sentiling: Bagi pecinta barang-barang vintage, pasar ini adalah surga. Terletak di belakang Gereja Blenduk, Anda bisa menemukan berbagai barang antik mulai dari piringan hitam, mainan lama, hingga pernak-pernik unik.
  5. Rumah Akar: Spot foto paling instagramable! Sebuah bangunan tua yang ditinggalkan ini diselimuti oleh akar-akar pohon beringin yang menjalar, menciptakan pemandangan dramatis dan penuh misteri.
  6. Gedung Marba: Gedung berwarna merah menyala dengan arsitektur neoklasik ini mudah menarik perhatian. Dinamai dari pemiliknya, Marta Badjunet, seorang saudagar kaya dari Yaman. Sayangnya, Anda hanya bisa menikmati keindahannya dari luar karena gedung ini masih berfungsi sebagai kantor.

Aktivitas Seru: Lebih Dari Sekadar Jalan-Jalan

Selain berfoto-foto, ada banyak hal seru yang bisa dilakukan di Kota Lama Semarang:

  • Menyusuri dengan Sepeda atau Vespa: Untuk pengalaman yang berbeda, sepeda onthel atau Vespa antik yang disewakan untuk menjelajahi setiap sudut Kota Lama dengan gaya vintage.
  • Memuaskan Diri di Galeri Seni: Kunjungi Semarang Contemporary Art Gallery untuk menikmati karya seni kontemporer dari seniman muda berbakat, atau singgah ke Semarang Kreatif Galeri untuk membeli oleh-oleh kerajinan tangan dan produk UMKM lokal yang unik.
  • Menggali Sejarah di Museum Kota Lama: Museum modern ini menawarkan pengalaman imersif dengan teknologi 3D untuk mempelajari sejarah Semarang secara mendalam. Yang menarik, kunjungan ke museum ini gratis, cukup dengan reservasi melalui aplikasi Lunpia.
  • Menikmati Kuliner dan Suasana Malam: Saat malam tiba, kawasan Kota Lama berubah menjadi tempat yang hidup dengan lampu-lampu lampion dan pencahayaan dramatis yang mempercantik bangunan tua. Banyak kafe dan restoran yang menempati gedung-gedung bersejarah, menawarkan pengalaman bersantap yang tak terlupakan.

Tips Berkunjung ke Kota Lama Semarang

Lokasi dan Akses: Kota Lama terletak di Kecamatan Semarang Utara, dekat dengan kawasan Pelabuhan Tanjung Emas. Aksesnya mudah dan menjadi titik temu beberapa jalur utama kota.

Tiket dan Biaya: Masuk ke kawasan Kota Lama adalah GRATIS. Anda hanya perlu menyiapkan biaya untuk menyewa fasilitas, membeli makanan, atau masuk ke beberapa tempat wisata tertentu (seperti Gereja Blenduk yang meminta donasi sukarela).

Waktu Terbaik Berkunjung: Anda bisa datang kapan saja. Namun, untuk menghindari panas terik, sore hingga malam hari adalah pilihan terbaik. Suasana pada malam hari, terutama akhir pekan, justru lebih ramai dan berenergi dengan adanya Car Free Night.

Kota Lama Semarang adalah bukti nyata bahwa sejarah tidak harus membosankan.

Dengan langkah-langkah revitalisasi yang tepat, kawasan cagar budaya ini berhasil bertransformasi menjadi ruang publik yang dinamis, tempat di mana masa lalu dan masa kini berpadu dalam harmoni yang indah. Jadi, jangan lupa masukkan Kota Lama Semarang dalam itinerary perjalanan Anda, dan siap-siaplah untuk terpukau oleh pesonanya yang abadi.

Chat Kami Sekarang